Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang politik, hukum, dan keamanan.

MENKOPOLHUKAM

profil

Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan (lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947; umur 68 tahun) adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia saat ini. Ia juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.

Pada 12 Agustus 2015 ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

MEDIA SOSIAL

Unable to display Facebook posts.
Show error

Error: (#803) Some of the aliases you requested do not exist: Kemenko-Polhukam-RI-1893260450900294
Type: OAuthException
Code: 803
Please refer to our Error Message Reference.

Saya hanyalah bagian kecil dari sistem. Kalau saya bisa mengerjakan banyak hal itu karena kehebatan para staf dan perwira-perwira yang membantu saya selama ini.

Terimakasih untuk semua anggota tim di Kemenko Polhukam yang sudah bekerja dengan luar biasa bersama saya.

Siang ini saya mengemban tugas baru dengan dilantik sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI. Sebagai prajurit, loyalitas sudah menjadi darah daging saya. Keputusan Presiden akan saya laksanakan sesuai kemampuan saya.

Baru semalam saya diberitahu Presiden perihal pergeseran posisi ini. Dan inilah jalan kehidupan, di mana kadang-kadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Di posisi mana saja kita ditempatkan, sudah menjadi bagian dari misteri kehidupan.

Maka dari itu kita tidak perlu terlalu merasa gembira sekali kalau mendapatkan yang paling baik menurut kita, atau merasa susah hati kalau mendapat yang tidak sesuai kemauan hati kita. Karena dalam umur sekarang ini, saya pernah mengalami kejadian-kejadian yang saya tidak duga-duga sebelumnya. Tapi kadang, di situ saya akhirnya menemukan suatu harapan baru yang belum saya ketahui sebelumnya.

Akhir kata, saya mohon doa restu dari pembaca sekalian supaya saya dapat mengemban tugas baru ini dengan sebaik-baiknya, dan memberikan yang terbaik untuk Negeri yang kita cintai bersama ini.
... See MoreSee Less

View on Facebook

Kalau orang Batak nanti menciut otaknya karena limbah yang Anda buang di Danau Toba ini, Anda turut bertanggung jawab!

Pesan ini saya sampaikan langsung kepada Direktur PT Toba Pulp Lestari (TPL) Pak Juanda Pandjaitan ketika saya panggil pada hari Minggu lalu di IT Del, Laguboti. Ini adalah pesan lanjutan setelah minggu lalu saya memanggil pemilik TPL dan meminta mereka melakukan 3 hal.

Pertama, mereka harus memperbaiki teknologinya yang sudah tua. Kedua, tidak merusak lingkungan. Ketiga, mereka harus punya hati yang bagus, misalnya dengan tidak menelantarkan karyawan dan memperbaiki jalan yang rusak karena truk tronton mereka.

Saya berharap postingan kali ini dapat dibaca juga oleh semua pihak yang beraktifitas di kawasan Danau Toba. Termasuk juga kepada pemilik keramba.

Seorang warga menyampaikan kepada saya bahwa tidak pernah ada yang bisa menyentuh keramba-keramba besar milik investor asing sejak beberapa tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan Senin lalu di Medan, dalam dialog dengan Gubernur Sumut, 7 Bupati sekitar kawasan Danau Toba, aparat penegak hukum, TNI, dan tokoh masyarakat.

Foto keramba di postingan ini adalah jawaban atas keraguan tersebut. Foto tersebut diambil oleh staf yang saya perintahkan meninjau langsung keramba milik satu perusahaan besar. Foto diambil pada hari Minggu lalu di salah satu titik di Danau Toba.

Memang mengenai permasalah limbah, saya bersikap tegas. Saya tidak mau permasalahan limbah akan menjadi paradoks terhadap pengembangan wisata kawasan Danau Toba. Siapa yang mau datang kalau ada orang yang sakit atau meninggal karena limbah?

Sebagai Menko Polhukam tugas saya adalah menegakkan peraturan. Tidak ada yang tidak bisa kami sentuh. Sepanjang suatu perbuatan melanggar hukum dan membuat ketidaknyamanan rakyat, pasti kita tindak sesuai aturan.

Marilah kita semua menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan, mulai dari kampung kita sendiri. Jangan lupa bahwa kita semua turut bertanggungjawab atas generasi yang akan datang.

Jangan sampai kita berdosa pada anak cucu kita.
... See MoreSee Less

View on Facebook

Kalau sudah saatnya kau menikah nanti, pilihlah istri yang paten juga seperti pilihan saya. Saya tidak bisa berada pada posisi sekarang tanpa istri yang selalu mendukung, mengingatkan, dan bahkan menegur saya.

Peran istri itu penting. Carilah istrimu yang baik, yang bisa mendukung kinerjamu.

Tapi kau masih muda, maka saya beri tahu kau supaya jangan cepat cinta-cintaan.

Fokuslah belajar dan bekerja karena dalam waktu 10 tahun ke depan, Indonesia akan masuk ke zaman keemasan. Itu adalah eramu, karena saya sudah terlalu tua untuk ambil bagian pada saat itu.

Saya senang menyampaikan bermacam-macam nasehat, motivasi, dan inspirasi seperti itu kepada anak-anak didik saya di SMA Unggul Del di Desa Laguboti, Sumatera Utara. Saya mengikuti acara pengukuhan dan wisuda siswa Sabtu kemarin.

Saya juga mengundang Menteri Pertanian Pak Andi Amran Sulaiman untuk ikut memberikan pencerahan kepada mereka.

Dari kisah hidup Beliau, kita belajar bahwa tak peduli dari mana saja kita berasal, dari kampung dengan rumah beralaskan tanah sekalipun, kita tetap bisa membangun Negeri ini. Syaratnya, kita harus punya hati yang baik, intelektual yang bagus, kemauan untuk bekerja keras dan disiplin.

Tidak perlu merasa malu kalau kita berasal dari keluarga kurang mampu. Justru kita harus malu kalau kita mencuri, tidak disiplin, tidak mau bekerja keras, atau tidak jujur. Selain daripada itu, untuk apa kita malu?
... See MoreSee Less

View on Facebook

Dalam nyamannya ruangan rapat ber-AC, mungkin mudah bagi siapa saja untuk menyampaikan argumentasi mengenai masalah keamanan. Tapi sebenarnya bukan perkara mudah bagi yang pernah menghadapinya langsung di lapangan.

Contohnya adalah upaya KaBIN Pak Sutiyoso yang masuk ke hutan bernegosiasi dengan kelompok Din Minimi. Waktu itu saya tidak merekomendasikan upaya tersebut karena resiko apapun bisa terjadi pada Beliau.

Lepas dari pro dan kontra atas negosiasi itu, sekarang sebagian dari kelompok tersebut sudah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Tidak ada permasalahan dalam pembauran mereka ke dalam masyarakat. Anak-anak mudanya mulai dapat lagi meniti masa depannya.

Sebagai tindak lanjutnya, saya mengkoordinasikan Polri, TNI, BNPT dan Kejaksaan dalam mengajukan pertimbangan kepada Presiden untuk memberikan amnesti dan abolisi.

Amnesti diberikan kepada 49 orang anggota kelompok Din Minimi yang sudah kembali di masyarakat. Sedangkan abolisi diberikan kepada 21 orang yang sedang menjalani proses hukum. Terkait topik yang serupa, grasi juga diusulkan terhadap 10 orang tahanan politik dari Papua.

Kepada Komisi III DPR RI, kemarin kami menjelaskan bahwa usulan ini merupakan bentuk penggunaan soft approach dalam menghadapai terorisme. Kita tidak ingin menggunakan hard approach seperti yang dilakukan negara-negara yang sudah menghabiskan milyaran dollar untuk menangani konflik seperti di Afganistan, Irak, dan Suriah. Hasilnya, sampai sekarang masalah keamanan di sana tidak terselesaikan.

Tapi bukan berarti kita tidak siap melakukan hard approach. Santoso yang ditembak mati adalah contoh ketika teroris tidak lagi mau mengikuti soft approach.

Saya meminta DPR untuk bersikap arif dalam menyetujui atau tidak pertimbangan kami. Di tengah kondisi ekonomi yang baik saat ini, Indonesia perlu menunjukkan penegakan hukum yang bermartabat.

Kita harus memperhatikan masalah-masalah kemanusiaan terhadap sesama WNI, tanpa melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
... See MoreSee Less

View on Facebook

Saya mengucapkan selamat kepada Satgas Tinombala yang telah berhasil menembak mati Santoso dan Mukhtar. Keberhasilan ini merupakan kemajuan besar dari tim gabungan Polri dan TNI tersebut.

Berikut adalah kronologinya, yang juga saya sampaikan pada media tadi pagi:

13 Juli 2016,
- Wadan sektor 1/PPU diperintahkan melakukan pengejaran dengan pola ambush dari ketinggian Kuala Tambarana dengan 8 tim yang terdiri dari pasukan Brimob Polri, Marinir TNI, dan Raider TNI.
- Pada pukul 16.00 – 16.30 WITA, tim A-29 yang melaksanakan patroli dan penyergapan menemukan jejak kaki dari arah barat ke utara menemukan gubuk OTK.
- Pada pukul 17.00 – 17.30 WITA, terjadi kontak senjata dengan 5 OTK.
- Pada pukul 18.00 WITA, Tim A-29 melaporkan pasca kontak senjata dan dilakukannya penyisiran.

18 Juli 2016,
- Posko Sektor 1/PPU menggerakan tim A-22 dan A-23 untuk membantu evakuasi.

19 Juli 2016,
- Pada pukul 12.10 WITA Kaops Tinombala melaksanakan evakuasi dengan helikopter.
- Pada pukul 13.30 WITA, diperoleh kepastian hasil dari proses identifikasi jenazah.

Kepada 19 orang kelompok Santoso yang tersisa, kami mengimbau untuk segera turun gunung, menyerahkan diri secara baik-baik. Kita akan mencari solusi untuk kebaikan bersama.

Karena sebagai warga sebangsa, sebaiknya kita tidak saling mendendam. Justru kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negeri yang aman untuk membangun.
... See MoreSee Less

View on Facebook

DOKUMEN