18 Mei 2012    
Opini  
English (United States) | Bahasa Indonesia (Indonesia)
KONTAK KAMI

        Kementerian Koordinator             Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia
Jl. Medan Merdeka Barat No. 15
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 - 3521121, 3520145

Opini

 

Thumbnail
Selamatkan Blok Ambalat
Author :: Bungko Dewa
Date :: Sel 05/08/2012 @ 02:58

Ambalat adalah blok laut seluas 15.235 kelimeter persegi yang terletak di Laut Sulawesi atau Selamt Makassar di dekat perpanjangan perbatasan darat antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Timur, Indonesia. Blok Ambalat menjadi obyek sengketa berkepanjangan antar Indonesia dan Malaysia. Sumber sengketa bukan hanya karena soal kepemilikan wilayah suatu negara, tetapi juga masalah yang lebih serius karena di Blok Ambalat mengandung minyak dan gas yang jika dimanfaatkan secara maksimal dapat bertahan hingga tiga puluh tahun ke depan.


read article
RATING:   COMMENTS (2)
Thumbnail
JANGAN SERIUS YANG SATU LUPAKAN YANG LAIN ( SOAL PENEMBAKAN TKI DI MALAYSIA )
Author :: Fathian Haroem
Date :: Jumat 04/27/2012 @ 09:26

Sungguh mengenaskan dan sangat menyakitkan. Itulah ungkapan yang bisa saya sampaikan ketika mendengar berita adanya tiga TKI ditembak mati oleh Polisi Malaysia dan diduga dicuri organ tubuhnya. Mengapa ditembak mati ?. Rakyat Merdeka (26/4/2012) memberitakan bahwa berdasarkan keterangan polisi Malaysia, para TKI ditembak karena melakukan perlawanan saat dicurigai ingin melakukan pencurian. Apapun alasannya penembakan itu menabrak prespektif penegakan HAM. Kasus ini bukan saja pelecehan terhadap TKI, tetapi juga terhadap martabat bangsa Indonesia.


read article
RATING:   COMMENTS (0)
Thumbnail
BAGAIMANA PERHATIAN PEMIMPIN KITA TENTANG PAPUA ?
Author :: Fathian Haroem
Date :: Kamis 04/19/2012 @ 10:51

         Kompas (17/4/2012) memberitakan tentang apa yang telah diperbuat oleh Presiden kita terhadap Papua. Menarik memang. Pemerintahan Soekarno merebut Papua. Pemerintahan Soeharto memasukkan Amerika Serikat (Freeport) ke Papua. Pada masa pemerintah BJ. Habibie, pada hari Jum’at 26 Februari 1999, para tokoh Papua dan pemerintah berkumpul di Istana Merdeka Jakarta. Ketika itu Kepala Suku Amungme, Tom Beanal yang mewakili delegasi masyarakat (saat itu) Irian Jaya meminta Habibie mengembalikan kemerdekaan Papua, Habibie menjawab “Renungkan kembali permintaan itu”. Saat itu seorang pemuda asal Merauke yang ikut pertemuan di Istana Merdeka mengatakan, kalau saat itu kemerdekaan itu tidak didapatkan, perjuangan akan dilancarkan dari Amerika Serikat. ”Kalau Gerakan Aceh Merdeka berjuang dari Eropa, kami dari AS,” ujar pemuda itu. 


read article
RATING:   COMMENTS (0)
Thumbnail
Quick Wins PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU
Author :: Asdep 3/VI
Date :: Sel 03/27/2012 @ 09:06

Tim Kemenko Polhukam yang terdiri dari : Dr. Perwira, SH, MH, M.Si, Deputi VI Kesbang selaku Ketua, dengan anggota Drs. Wagimin, Asdep 3/VI Kesbang dan Josua Ginting, S.IP, Kabid 4/VI Kesbang, pada tanggal 13-16 Maret 2012 melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar, Provinsi Riau untuk mengetahui sejauh mana upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kampar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.


read article
RATING:   COMMENTS (0)
Thumbnail
LAGI-LAGI SEKELOMPOK ORANG INGIN MENGINTERNASIONALISASI PAPUA
Author :: Fathian Haroem
Date :: Sen 03/26/2012 @ 01:43

Papua  dan Papua Barat adalah bagian dari NKRI dan ini adalah sudah final, artinya masalah status Papua dan Papua Barat tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Sejarah menunjukkan bahwa proses kembalinya Irian Barat (sekarang  Papua) ke pangkuan RI  dilakukan secara sah dan demokratis serta diterima masyarakat internasional. Ketika Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1949 melalui Konfrensi Meja Bundar di Den Haag November 1949, status politik Irian Barat masih belum terselesaikan. Pada waktu itu hanya disetujui bahwa status Irian Barat akan diselesaikan melalui perundingan dalam waktu satu tahun setelah penyerahan kedaulatan tersebut. Proses perundingan penyelesaian Irian Barat tidak berjalan lancar bahkan diwarnai ancaman konfrontasi bersenjata.


read article
RATING:   COMMENTS (0)
< BACK  1 of 11  NEXT >
Copyright 2009 by Kemenko Polhukam   |  Privacy Statement  |  Terms Of Use