Wednesday, March 10, 2010    
Opini  
Kontak Kami

Kementerian Koordinator
Bidang Politik, Hukum dan Keamanan
Republik Indonesia

Jl. Medan Merdeka Barat No. 15
Jakarta Pusat 10110
Telp. 
 021-3521121, 021-3520145

Opini

 

Thumbnail
DEMOKRASI BUKAN ANIMAL FARM
Author :: SuperUser Account
Date :: Wed 02/10/2010 @ 10:32

DEMOKRASI BUKAN ANIMAL FARM

Budi Gunawan

Pemerhati Kebijakan Publik


”Jika kebebasan adalah segalanya, maka orang lain pun berhak untuk mengatakan apa yang tak ingin mereka dengar dan lihat”.

Ungkapan yang membatasi kebebasan ini mungkin terasa janggal karena disuarakan oleh George Orwell. Karena selama ini nama Orwell begitu dikenal dengan satri-satir politik yang tajam dan keras, serta menyuarakan kebebasan. Namun jika dicermati, sekalipun tajam dan keras menggugat, Orwell melalui satirnya juga mengingatkan bahwa kebebasan ternyata ada batasnya. Ada hak-hak orang lain yang harus kita hormati, ada etika.


read article
RATING:   COMMENTS (0)
Thumbnail
Unjuk Rasa Ala Kang Inal
Author :: SuperUser Account
Date :: Mon 02/08/2010 @ 02:01

Unjuk Rasa Ala Kang Inal

 

Namanya Zainal Badri, biasa dipanggil Kang Inal. Hari itu, 28 Januari 2010 ia mendapatkan izin dari perusahaannya untuk ikut dalam barisan unjuk rasa di Istana Negara. Kang Inal bukanlah penggerak unjuk rasa, bukan pula koordinator lapangan. Bahkan ia tidak kenal siapa penggerak dan siapa korlapnya. Baginya, hari ini hanyalah sebuah berkah karena ia bisa terbebas dari pekerjaan rutin memotong kulit di pabrik sepatu. Ia pun mendapatkan uang transport Rp. 75.000,-, padahal telah disediakan 5 metromini untuk mengangkut mereka ke Istana Negara.


read article
RATING:   COMMENTS (3)
Thumbnail
Demo Melecehkan Simbol “Negara”, Pantaskah ?
Author :: SuperUser Account
Date :: Fri 02/05/2010 @ 10:35

 

Demo Melecehkan Simbol “Negara”,

Pantaskah ?

 

Sejak bergulirnya era reformasi di Indonesia, segenap masyarakat sepertinya merasakan kebebasan seluas-luasnya dalam menyampaikan aspirasi dan pendapatnya.  Hal ini merupakan fenomena yang wajar, sebab sebelumnya mereka merasa terbelenggu oleh sistem dan otoritas pemerintahan yang berkuasa, sehingga kebebasan mereka untuk menyuarakan aspirasi dan pendapatnya di muka umum terasa dibatasi.


read article
RATING:   COMMENTS (0)
Thumbnail
ORGANISASI PAPUA MERDEKA DARI HARGA MATI MENJADI KATA MATI
Author :: Bung Komar
Date :: Wed 01/27/2010 @ 02:54

 ORGANISASI PAPUA MERDEKA

DARI HARGA MATI MENJADI KATA MATI
 
Mantan tokoh sekaligus pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicolaas Jouwe akan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kembalinya Nicolaas Jaouwe ke Indonesia bukanlah rencana yang tiba-tiba, melainkan bagian dari serangkaian usaha pemerintah RI untuk membangun perdamaian di Tanah Papua seperti perdamaian yang telah dicapai antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka.

read article
RATING:   COMMENTS (5)
Thumbnail
Berita Pencopotan Sri Mulyani "Fitnah"
Author :: George
Date :: Tue 01/19/2010 @ 01:54

Berita Pencopotan Sri Mulyani “Fitnah”

Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, karena mungkin merasa kurang terakomodasi keinginannya atau tujuannya sepertinya saat ini terus mencari moment yang tepat untuk melontarkan berbagai isu untuk mempengaruhi publik. Tujuan utamanya, tiada lain untuk memecah belah eksistensi koalisi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB II). Tengok saja isu yang dilontarkan saat ini, yaitu “Isu Pencopotan Sri Mulyani”  diberitakan bahwa jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dalam waktu dekat (Pebruari 2009) akan diganti dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu. Alasan yang dilontarkannya karena Sri Mulyani dianggap lalai berkonsultasi dalam kasus boilot Bank Century. Bahkan isu pergantian Sri Mulyani tersebut kini dikait-kaitkan dengan pertemuan Presiden SBY dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, sehingga seakan-akan memang sudah ada deal atau kesepakatan untuk menggantikan Sri Mulyani. Padahal sebenarnya tidak pernah ada rencana dan tidak ada pembicaraan antara Presiden SBY dan Aburizal Bakrie ke arah tersebut. Kalau memang benar ada pertemuan diantar keduanya, hal itu sangat wajar bagi seorang SBY, karena dalam kedudukannya sebagai Presiden tentunya SBY mempunyai hak untuk berkomunikasi dengan semua pihak.  Jadi isu pencopotan Sri Mulyani yang kini ramai diberitakan di media massa hanyalah isu yang direkayasa, tidak mendasar, dan bohong besar sehingga bisa dikategorikan sebagai “Fitnah”. Isu ini tentunya selain bertentangan dengan norma-norma dan ajaran agama, juga tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan berita-berita tidak benar seperti ini. Tidak dapat disangkal, upaya “fitnah politik” oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab sesungguhnya menunjukkan perilaku politik  belum dewasa, yang moralitas dan integritas politik kebangsaannya masih diragukan. Dalam hal ini, pers  yang antara lain mempunyai fungsi pendidikan dan pencerahan kepada masyarakatnya hendaknya lebih bertanggunjawab dan hati-hati di dalam pemberitaanya, terlebih bila mengutip opini yang disampaikan seseorang. Bukankah pers melakukan “self sensorship”, apa yang pantas atau patut diberitakan dan apa yang tidak? Sekalipun kebebasan pers dijamin oleh konstitusi namun tidaklah berarti apa saja boleh diberitakan, bukankah pers juga mempunyai tanggung jawab sosial sebagaimana diamanatkan oleh pembukaan UUD 1945? Oleh karena itu, sebagai salah seorang anak bangsa tentunya sangat prihatin atas pemberitaaan yang tidak benar terlebih bila berkehendak untuk melakukan “pembusukan politik” terhadap pemerintah yang sedang giat-giatnya bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. George

 

 


read article
RATING:   COMMENTS (0) DOWNLOAD
< BACK  1 of 2  NEXT >
Copyright 2009 by Kemenko Polhukam