Canberra, 9/3 - Pemerintah Indonesia dan Australia terus berusaha meningkatkan kerjasama yang selama ini telah berjalan baik dengan lebih banyak melakukan berbagai pertemuan antar kedua pejabat tinggi guna membahas berbagai peluang.
"Besok akan ada pernyataan bersama yang isinya antara lain bagaimana melakukan `diplomatic upgrading`, setelah adanya kerjasama `strategic partnership` pada 2005 dan kerjasama keamanan Lombok Treaty pada 2006, apalagi yang harus dilakukan kedua negara," kata Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara presiden di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Canberra Australia, Selasa.
Menurut Dino, ada beberapa ide untuk terus meningkatkan kualitas hubungan kedua negara, yang sudah dibahas dalam pertemuan para pejabat tinggi atau menteri kedua negara.
Salah satu hasil pembicaraan itu adalah kesepakatan mengenai persoalan penyelundupan manusia, terutama masuknya warga-warga asing secara ilegal ke Australia melalui Indonesia dan difasilitasi oleh orang-orang Indonesia.
"Besok dalam `joint statement` juga akan diumumkan mengenai `people smugling`, yang selama ini belum memiliki kerangka hukum yang jelas," kata Dino.
Selain itu, hal penting lain dalam pernyataan bersama besok adalah kesepakatan mengenai `consular notification` atau pemberitahuan konsuler dalam hal menangani warga negara Indonesia yang tertangkap di wilayah Australia terutama mengenai para nelayan yang ditangkap karena memasuki wilayah perairan Australia.
"Selama ini jika ada WNI yang tertangkap di Australia, sulit bagi pemerintah Indonesia memberikan bantuan hukum karena adanya peraturan `privacy act` yang membatasi akses pemerintah kepada mereka. Ini sudah lama menjadi `complain` kita. Dengan kesepakatan ini, hal itu akan ditangani," katanya.
Dino juga menjelaskan, berbagai bidang kerjasama yang lain juga akan terus ditingkatkan seperti soal perdagangan yang dinilai masih sangat rendah dibanding potensi dagang kedua negara.
Selain itu, kerjasama di bidang pariwisata, kehutanan dan pendidikan yang sudah berkembang baik juga akan terus ditingkatkan.
Pada Selasa malam (9/3), Presiden Yudhoyono akan melakukan pertemuan pribadi dengan PM Kevin Rudd di kediaman PM Rudd dan hanya didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Menlu Marty Natalegawa.
"Acara malam ini di luar agenda dan merupakan pertemuan pribadi. Sementara pertemuan bilateral baru akan dilakukan Rabu besok," kata Dino.
Ia menambahkan, pada Rabu besok Presiden juga akan melakukan acara yang bersejarah yaitu dengan berpidato di depan anggota parlemen Australia, hal ini merupakan kehormatan bagi Indonesia karena kesempatan ini jarang diberikan kepada kepala negara lain.
"Sepanjang 109 tahun parlemen Australia baru lima Kepala Negara atau pemerintahan yang mendapat kesempatan ini. Ini bukti besarnya perhatian masyarakat Australia kepada Indonesia," katanya.
Presiden Yudhoyono dan rombongan tiba di Canberra, Selasa pagi ini untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari sebelum melanjutkan ke Papua Nugini. (B/Z003) (T.D012/B/Z003/Z003) 09-03-2010 14:43:21 NNNN
Sumber : ANTARA