Monday, September 06, 2010    
Beranda  
RODA PEMERINTAHAN ACEH TIDAK TERPENGARUH AKSI TERORIS
RODA PEMERINTAHAN ACEH TIDAK TERPENGARUH AKSI TERORIS

Banda Aceh, 10/3  - Aksi pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga adalah jaringan terorisme di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh tidak berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan setempat.

"Sejauh ini, aktivitas pemerintahan di Aceh mulai dari tingkat desa sampai provinsi tetap berjalan normal. Kami terus mengingatkan aparatur pemerintah tidak terpengaruh," kata Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar di Banda Aceh, Rabu.

Hal itu disampaikan usai menjadi inspektur upacara pada apel khusus yang dihadiri aparatur pemerintahan dan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Selain pemerintahan, wagub menyebutkan aktivitas perekonomian juga tidak terpengaruh dengan aksi jaringan teroris yang sedang dalam pengejaran aparat kepolisian di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut.

"Aktivitas perekonomian, sosial dan pertanian serta sektor lainnya tetap berjalan lancar, termasuk di wilayah yang menjadi sasaran operasi kepolisian mengejar kelompok bersenjata di Aceh," tambahnya.

Bahkan, katanya, terjadi peningkatan frekuensi penerbangan ke Aceh dan dalam waktu dekat akan ada penambahan pesawat untuk melayani kebutuhan transportasi udara dari dan ke Aceh.

Kelompok bersenjata yang terkait dengan jaringan terorisme itu, Wagub menjelaskan hanya menjadikan Aceh sebagai lokasi latihan sementara.

"Berdasarkan informasi yang saya peroleh, jaringan teroris itu hanya menggunakan wilayah hutan Aceh sebagai lokasi latihan sementara," tambah Muhammad Nazar.

Operasi aparat kepolisian dalam beberapa pekan terakhir seperti di pedalaman Aceh Besar dan Pidie menangkap belasan orang dan sebagian besar adalah warga luar Aceh yang terkait dengan latihan bersenjata di wilayah itu.

"Masyarakat Aceh tentunya tidak memberi ruang untuk dijadikan wilayahnya sebagai lokasi pelatihan teroris. Itu bisa dibuktikan bahwa keberadaan mereka diketahui polisi setelah mendapat laporan masyarakat," kata dia menjelaskan.
(ANTARA


Posted on Wednesday, March 10, 2010 (Archive on Friday, April 09, 2010)
Posted by host  Contributed by host
Return

Rating:
Comments:
Save

Current Rating:
Copyright 2009 by Kemenko Polhukam