Thursday, September 09, 2010    
Beranda  
TAWURAN WARGA KEMBALI TERJADI DI FLORES TIMUR
TAWURAN WARGA KEMBALI TERJADI DI FLORES TIMUR

Kupang, 9/3  - Tawuran antar warga Lamahala dengan warga Horowura di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur kembali pecah, mengakibatkan sembilan orang terluka.

"Delapan korban yang luka-luka karena terkena anak panah dan peluru senapan angin adalah warga Lamahala, sedangkan seorang lainnya berasal dari Desa Horowura, " ungkap Waka Polres Flores Timur Kompol Agustinus Nggana melalui telepon genggam dari Larantuka, Selasa.

Ia mengatakan, situasi di wilayah perbatasan wilayah yang menjadi sengketa kedua belah pihak tidak kondusif karena warga kedua kubu yang berseteru tetap bertahan dan menolak seruan petugas polisi di lapangan untuk meninggalkan lokasi.

"Warga dari kedua desa menerobos masuk hutan dan terus saling mengincar. Petugas kami di lapangan sudah berupaya untuk membendung mereka tetapi tidak dihiraukan warga," kata Waka Polres yang mengaku sedang berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk ikut menangani kasus ini.

Menurut dia, jumlah personil yang sudah berada di lapangan saat ini sudah tercatat 70 orang, sudah termasuk anggota yang berada di polsek-polsek terdekat.

Seluruh anggota berkonsentrasi di daerah perbatasan antara dua kampung yang bertikai, tetapi warga dari kedua kelompok terus berdatangan dengan membawa busur dan anak panah, parang, tombak dan senapan angin.

"Situasi memang kurang kondusif karena kedua kubu menolak ajakan kompromi petugas polisi. Mereka saling menyerang dan berlarian menuju hutan-hutan," katanya.

Dia mengatakan, ada delapan korban dari pihak Lamahala dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit Waiwerang. " Kami kesulitan mendapat laporan mengenai korban dari pihak Horowura karena tidak ada warga yang bersedia memberi keterangan," katanya.

Dengan bertambahnya jumlah korban dari pihak Lamahala, sudah 28 orang yang sudah menjadi korban dalam tawuran tersebut, 20 orang diantaranya saat kejadian pada Minggu, (7/3).

Mengenai kemungkinan permintaan bantuan, dia mengatakan sedang berkoordinasi dengan Polda NTT untuk mendapat bantuan personil tambahan yang bisa diambil dari daerah terdekat seperti Maumere dan Ende.

Penambahan personil, menurut Waka Polres Flores Timur, penting agar situasi dilapangan bisa dikendalikan dan dialog bisa berjalan untuk mencari solusi penyelesaian yang bisa diterima kedua belah pihak yang bersengketa, kata Waka Polres Agustinus Nggana.

Sementara Kapolsek Adonara Timur Aba Rahman yang dihubungi terpisah melalui telepon genggam dari Kupang mengaku sedang berada di lokasi pertikaian untuk mengendalikan situasi di lapangan.

"Sekarang saya berada di lokasi, situasi memang tegang karena warga dari dua wilayah yang berbeda ini masih berkeliaran di hutan dan menolak untuk kembali ke desa masing-masing," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya terus membangun komunikasi terutama dengan tokoh-tokoh agama, tokoh adat serta tokoh pemuda khususnya di Lamahala untuk menahan diri dan meminta warga yang berada di hutan-hutan segera kembali.
(ANTARA)


Posted on Tuesday, March 09, 2010 (Archive on Thursday, April 08, 2010)
Posted by host  Contributed by host
Return

Rating:
Comments:
Save

Current Rating: 3.00
Rating: 3
Sudah tidak saatnya lagi kita sebagai anak Lewotana Adonara menggunakan senjata tanjam unrtk mempertahankan hak dan harga diri. Marilah berpikir secar
Copyright 2009 by Kemenko Polhukam