Tuesday, February 07, 2012    
Home  
Menko Polhukam: Pilkada Seyogianya Mencerminkan Proses Kematangan Berdemokrasi
Menko Polhukam: Pilkada Seyogianya Mencerminkan Proses Kematangan Berdemokrasi

Jakarta, polkam.go.id, 25/1/2012. “Pilkada sebagai salah satu bentuk nyata demokrasi di daerah seyogyanya mencerminkan proses kematangan berdemokrasi,” hal tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto Pada Seminar Nasional "Evaluasi Pemilihan Umum Kepala Daerah" di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/1). “Namun implementasi di lapangan dalam pelaksanaan Pemilukada masih menunjukkan adanya fenomena yang merusak citra Pemilukada itu sendiri”.

Di hadapan sekitar 160 peserta seminar, Djoko Suyanto mencontohkan berbagai hal yang merusak citra Pilkada seperti politik uang, ketidaknetralan aparatur dan penyelenggara, kecurangan berupa pelanggaran kampanye dan penggelembungan suara, serta penyampaian pesan-pesan politik yang bernuansa sektarian yang berujung pada retaknya bingkai harmonisasi kehidupan masyarakat. Banyaknya sengketa Pilkada yang diajukan ke MK adalah gambaran kesadaran hukum masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui lembaga peradilan. Di sisi lain, kesadaran hukum yang mulai tumbuh itu, seringkali tidak diimbangi dengan kedewasaan dan kesiapan kandidat maupun pendukungnya untuk menerima putusan hukum yang merugikan dirinya.

Menko Polhukam mengungkapkan, realitas menunjukkan logika hukum belum tentu memenuhi aspirasi yang berkembang di dalam masyarakat, terutama jika terkait dengan kepentingannya. "Hal inilah yang seringkali menjadi faktor penyebab timbulnya penolakan di beberapa daerah dan berujung pada terjadinya tindakan kekerasan dan anarkis," kata Menko Polhukam

Seminar yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi ini juga turut mengundang beberapa narasumber yang juga menyampaikan materi seputar pemilukada, yakni Mendagri Gamawan Fauzi, para Hakim Konstitusi, Ketua KPU Hafidz Anshary, Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahyo Widodo, Ketua Pelaksana Harian Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Didik Supriyanto, KaBareskrim Polri Komjen Pol. Sutarman, Ketua Pansus RUU Pemilu DPR RI Arif Wibowo, Ahli Hukum Pidana UGM Eddy O.S. Hiariej, Ahli hukum Pidana Pemilu UI Topo Santoso, dan Redaktur Pelaksana Harian Kompas Budiman Tanuredjo.


Posted on Wednesday, January 25, 2012 (Archive on Friday, February 24, 2012)
Posted by host  Contributed by host
Return

Enter the code shown above:
Rating:
Comments:
Save

Current Rating:
Copyright 2009 by Kemenko Polhukam   |  Privacy Statement  |  Terms Of Use