Jakarta, 5/3 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa aktivitas terorisme yang terjadi di Provinsi Aceh bukan berasal dari unsur Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Negara di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, saat memimpin rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan mengenai penegakan hukum dan pencegahan terorisme.
"Benar-benar kelompok teroris, yang mengorganisasi diri dengan rapih, memilih tempat-tempat daerah latihan di Aceh, dengan harapan orang sekarang tidak lagi melihat Aceh sebagai daerah konflik," katanya.
Menurut Kepala Negara, ada pihak-pihak yang berharap Indonesia terlena sehingga dapat mempersiapkan segalanya untuk melakukan aksi-aksi terorisme.
"Saya memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan jajaran politik hukum dan keamanan terutama jajaran Polri dibantu oleh yang lain yang selalu melaksanakan operasi untuk pemberantasan terorisme atau sel-sel terorisme di Aceh," katanya.
Presiden meminta, semua melakukan kerjasama sebaik-baiknya, antara bupati, walikota dengan aparat keamanan serta ulama dan tokoh masyarakat di Aceh.
"Sampaikan betul bahwa ini adalah sel dan unsur teroris. Saya mendapatkan laporan bahwa pemimpinnya pun bukan orng Aceh dan sebagian dari mereka berasal dari luar Aceh," katanya.
Sementara itu Tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Kepolisian Aceh menangkap 15 orang yang diduga memiliki kaitan dengan terorisme di Pegunungan Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
Penangkapan telah dimulai sejak 20 Febuari lalu. Satu di antara mereka, yang berinisial AB dilaporkan tewas di tempat oleh media karena menyerang polisi.
Polisi juga menyita barang bukti berupa empat senjata api laras panjang, 24 magasin dan satu granat asap selain berbagai atribut seperti seragam rompi militer serta sejumlah dokumen. (T.G003*D012/B/A041) (T.G003/B/A041/A041) 05-03-2010 15:54:49 NNNN
Sumber : ANTARA