Medan, 4/3 - Polda Sumatera Utara akan meningkatkan pengawasan di desa-desa yang berbatasan dengan wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) setelah adanya beberapa tersangka teroris yang berasal dari provinsi itu.
"Akan kita tingkatkan kehadiran personel polisi di desa-desa itu," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno di Medan, Kamis, usai farewell parade serah terima jabatan Kapolda di Mapolda Sumut.
Kapolda mengatakan, aksi terorisme merupakan salah satu atensi pihak kepolisian sehingga harus terus diawasi untuk upaya pencegahan.
Khusus untuk kasus penangkapan tersangka teroris asal NAD itu, pihaknya akan meningkatkan kehadiran personel keamanan di daerah-daerah perbatasan.
Namun, kata Kapolda, peningkatan itu bukan dalam bentuk penambahan personel melainkan hanya meningkatkan kemampuan dan fungsi tugas kepolisian.
Tindakan itu dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan agar aksi terosrisme yang mungkin ada di NAD tidak memasuki wilayah Sumut.
"Jadi, kita tidak menganggap sepele setiap tugas yang ada. Jangan karena itu tugas (polisi) Aceh, lalu kita santai-santai saja," kata mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri itu.
Selain itu, kata Kapolda, pihaknya juga akan meningkatkan fungsi intelien di Sumut, baik di desa-desa perbatasan dengan NAD tersebut mau pun di wilayah Sumut lainnya.
Namun, peningkatan itu bukan karena adanya terorisme di NAD tetapi karena memang sudah tugas personel intelijen untuk memantau setiap perkembangan situasi.
"Personel intelijen harus aktif, ada atau tidak adanya kejadian," kata mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 13 tersangka teroris dan berlatih di NAD.
"Mereka terindikasi melaksanakan latihan di sana dengan pelatih," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Jakarta, Selasa (2/3) malam.
Edward mengatakan, para tersangka teroris itu berasal dari Sumatra Utara, Aceh, Riau, Jawa Tengah, dan Jakarta, serta berlatih bersama instruktur yang pernah mengikuti pelatihan di luar negeri.
Selain itu, pasukan khusus Mabes Polri juga menyita tiga pucuk senjata api laras panjang dan delapan butir peluru, serta beberapa dokumen yang menunjukkan instrukturnya pernah berlatih di luar negeri. (T.I023/B/R014/R014) 04-03-2010 11:04:23 NNNN
Sumber : (ANTARA)