Banda Aceh, 24/2 - Wakil gubernur (Wagub) Provinsi Aceh, Muhammad Nazar menyatakan belum percaya jika di daerahnya ada teroris atau telah dijadikan sebagai tempat latihan terorisme.
"Secara pribadi saya masih belum percaya ada teroris di Aceh, sebab sepanjang sejarah juga tidak ada gerakan-gerakan redikal di wilayah ini," katanya di Banda Aceh, Rabu.
Hal itu disampaikan Wagub menanggapi adanya penangkapan sejumlah orang yang diduga memiliki jaringan terorisme oleh aparat kepolisian di pegunungan kawasan Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
Kendati demikian, Muhammad Nazar menyatakan pihaknya belum mendapat laporan resmi dan hanya mengetahui informasi tentang adanya jaringan terorisme di Aceh melalui pemberitaan media massa.
Aparat kepolisian dilaporkan telah mengamankan tiga orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris dalam sebuah operasi di pegunungan kawasan Jantho pada Senin (21/2).
Saat bersamaan juga dilaporkan dua warga sipil, satu meninggal dunia dan seorang luka tembak dalam upaya pengepungan lokasi persembunyian kelompok yang diduga jaringan teroris di kawasan Jantho tersebut.
Wagub Muhammad Nazar juga menyayangkan jatuhnya korban warga sipil akibat tertembak di kawasan pegunungan tersebut.
"Yang kita sayangkan jatuhnya korban warga sipil. Apa karena tidak hati-hati, dan itu juga kesalahan yang dilakukan oknum aparat keamanan tersebut," tambahnya.
Dipihak lain, ia juga menyatakan jangan pula ada pihak-pihak yang mengakui bahwa di Aceh memang ada teroris, sehingga berdampak terganggunya keamanan dan keteriban masyarakat serta situasi tersebut sangat merugikan provinsi ini.
"Pascakonflik Aceh sudah aman dan damai, jangan ada para pihak berupaya mengkondisikan kembali seolah-olah Aceh sebagai daerah rawan, sehingga upaya mengundang investasi jadi gagal ke provinsi ini," kata dia menjelaskan.
Selain itu, katanya, jangan sampai ada pihak memanfaatkan Aceh untuk kepentingan tertentu, misalnya menjelang kedatangan Presiden AS Barack Obama dengan gambaran di Indonesia, khususnya di Aceh bahwa ada teroris.
Oleh karena itu, Wagub Aceh juga menyatakan pihaknya akan membangun komunikasi dengan semua pihak, terutama aparat keamanan guna mendapatkan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan situasi keamanan di provinsi ujung paling barat Indonesia ini. (U/A042) (T.A042/B/E001/E001) 24-02-2010 14:58:50 NNNN
Sumber : ANTARA