Jakarta, polkam.go.id, 6/12/2011. “Bahan Material Strategis Di Wilayah Bangka Belitung dan Sekitarnya Sebagai Pendukung Industri Pertahanan” tema ini merupakan pokok bahasan dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Selasa 6 Desember 2011 di Ruang Rapat lantai 6.
FGD dibuka secara resmi oleh Sesmenko Polhukam Letjen TNI Dr. Hotmangaradja Pandjaitan. Dalam sambutannya Sesmenko Polhukam mengatakan Material Uranium, Thorium dan Unsur Tanah Jarang merupakan material strategis yang apabila dikelola dengan baik dapat mendukung industri nasional pada umumnya dan industri pertahanan khususnya, namun yang menjadi pertanyaan adalah : Siapakah atau Kementerian/Lembaga manakah yang akan dan harus peduli untuk mengawasi, mengendalikan dan mengamankan material yang memiliki nilai yang sangat strategis tersebut ?.
“Kekosongan dalam hal kewenangan dalam pengawasan kegiatan penambangan dan produksi bahan Nuklir tersebut perlu menjadi bahan pemikiran bersama, sehingga untuk itu diperlukan masukan-masukan dari instansi-instansi terkait lainnya,” lanjut Sesmenko Polhukam.
Sesmenko Polhukam mengharapkan agar forum ini membahas dan mendiskusikan tentang sumber daya Uranium, Thorium dan Unsur Tanah Jarang di wilayah Bangka Belitung dan sekitarnya serta pengelolaan sumber daya pertambangan maupun permasalahan dalam pengawasannya dalam rangka mendukung industri pertahanan di Negara Indonesia.
FGD kali ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa BATAN Prof. Dr. Djarot Wisnubroto, Kasubdit Konservasi Mineral dan Batubara Ir. Bambang Susigit, Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten Dr. Ir. Khoirul Huda, M.Eng. sebagai moderator adalah Peneliti LIPI Jaleswari Pramodhawardani, M.Hum.