Bali, polkam.go.id, 16/11/2011. Dalam rangkaian kegiatan Konperensi Tingkat Tinggi ASEAN ke 19 dan Konperensi Tingkat Tinggi terkait lainnya, pada tanggal 16 November 2011 bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) telah diselenggarakan Sidang ke-6 Dewan Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN (ASEAN Political Security Community Council/APSCC) yang dipimpin oleh Menko Polhukam RI, Djoko Suyanto. Sidang ini dihadiri para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN. Sidang ke-6 Dewan Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN merupakan salah satu Dewan koordinator dari Tiga Pilar Komunitas ASEAN yang menangani kerjasama politik dan keamanan sebagaimana tercantum pada Piagam ASEAN dan diselenggarakan minimal 2 (dua) kali setahun.
Sidang juga mendengarkan laporan dari Sekjen ASEAN mengenai hal-hal terkait yang telah dilaksanakan sejak Sidang Dewan Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN ke-5 yang lalu hingga saat ini, baik di tingkat SOM (Senior Official Meeting) maupun di tingkat Sectoral Bodies.
Sebagaimana diketahui Pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN memiliki 3 (tiga) karakteristik. Pertama, Komunitas Berbasis Aturan dengan Nilai dan Norma Bersama; Kedua, Sebuah Wilayah Terpadu, Damai dan Tangguh dengan Tanggung Jawab Bersama untuk Keamanan Menyeluruh; Ketiga, Kawasan yang Dinamis dan Berpandangan Keluar dalam Dunia yang Semakin Terintegrasi dan Saling Bergantung. Beberapa capaian penting yang diraih oleh pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN selama kepemimpinan Indonesia, antara lain:
- Pembentukan ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR) sesuai kesepakatan pada Piagam ASEAN dan berpedoman pada Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang akan berfungsi untuk melakukan kajian terhadap kerja sama ASEAN dan berkontribusi kepada perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan. Untuk kelancaran pembentukan AIPR tersebut maka akan disusun modalitas AIPR dan diharapkan dapat diresmikan pada saat keketuaan Kamboja tahun 2012.
- Diadopsinya Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) pada Pertemuan ke-44 Menteri Luar Negeri ASEAN setelah lebih dari 6 (enam) tahun pembahasan. Dengan diadopsinya DOC tersebut tentunya akan menciptakan suasana yang mengarah pada terjaminnya stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara, diutamakannya dialog dan konsultasi, pelaksanaan proyek bersama yang saling menguntungkan dan membentuk confidence building measures.
- ASEAN Regional Forum (ARF) yang melibatkan negara-negara ASEAN dan beberapa negara di sekitar kawasan Asia Tenggara telah berhasil memberikan situasi yang kondusif bagi negara-negara yang bersitegang untuk melakukan dialog seperti Republik Korea dan Republik Demokratik Rakyat Korea untuk saling bertemu membahas masalah Semenanjung Korea.
- Setelah melalui perundingan selama 10 tahun, pada akhirnya telah dicapai kesepakatan untuk melakukan konsultasi langsung antara ASEAN dengan negara-negara pemilik senjata nuklir untuk membahas aksesi negara-negara pemilik senjata nuklir ke dalam Treaty of Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ).
- Terkait kerja sama pertahanan dan keamanan, ASEAN telah lebih meningkatkan keterbukaan diantara negara anggotanya dengan berhasil memfinalisasi format standar ASEAN Security Outlook (ASO). ASO akan sebagai media tentang kondisi kerja sama keamanan ASEAN yang direncanakan akan diterbitkan tahun 2012.Di samping itu ASEAN khususnya di bawah kerja sama Para Menteri Pertahanan ASEAN telah menyepakati untuk mengambil inisiatif mengembangkan kolaborasi di bidang industri pertahanan dan membentuk ASEAN Peacekeeping Centres Network.
- ASEAN juga telah mencapai kemajuan di bidang kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara antara lain diberlakukannya ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) tanggal 27 Mei 2011. Kerja sama yang menjadi prioritas antara lain pemberantasan terorisme, perdagangan manusia (trafficking in person), pemberantas gelap narkoba (illicit drug trafficking), pencucian uang (money laundering) dan kejahatan dunia maya (cyber crime).
- ASEAN kiranya semakin memperkuat kerjasama dalam menyikapi tantangan-tantangan ke depan. Beberapa isu yang dapat menjadi perhatian adalah penanganan bencana alam dan kerjasama maritim. ASEAN Maritime Forum kiranya dapat dimanfaatkan untuk mensinergikan pembahasan isu maritim. Penanganan bencana alam dengan adanya AHA Center dapat semakin baik dalam koordinasi. ASEAN sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bawah pilar politik-keamanan ASEAN. Hasil pertemuan ini akan dilaporkan kepada KTT ASEAN melalui Dewan Koordinasi ASEAN.